Dajjal akan Muncul dari Segitiga Bermuda?

Kebenaran misteri yang ada di segitiga bermuda yang di jelaskan dalam buku Dajjal Akan Muncul dari Segitiga Bermudayang ditulis oleh Muhammad Isa Daud.piramid segitiga bermuda tempat dajjal entang munculnya Dajjal dari segitiga bermuda banyak tersebar di kalangan kaum muslimin, setelah muncul buku yang ditulis Muhamad Isa Daud. Karena kurangnya pemahaman kaum muslimin tentang hadis dan riwayat yang menceritakan

HUKUM PACARAN DALAM ISLAM

SEBAGIAN PENYELEWENGAN YANG TERJADI DALAM PERKAWINAN YANG WAJIB DIHINDARKAN/DIHILANGKAN, Pacaran Kebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan biasanya "Berpacaran" terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu

Yakjuj Makjuj dikurung dalam tembok ghaib

Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi

Berbahaya, Terlalu Banyak Minum Air Putih

Setiap kali kita baca artikel pasti artikel tentang baik mengkonsumsi minum air putih . Bahkan sampai di iklan Aqua 18 gelas air putih sehari itu bagus buat kesehatan.

Apakah Anda Berani Menjadi Seorang Pengusaha ?

Jadi pengusaha diisebabkan oleh sesuatu yang ada dalam hidup seseorang, bisa dikarenakan, semakin kritis seseorang tersebut, maka semakin kritis otaknya untuk berpikir, bagaimana untuk menghasilkan uang dengan cara sendiri.

Mencari Pasangan Yang Ideal ?

Hidup di era modern ini manusia dituntut semakin lebih pintar dalam kemajuan teknologi yang semakin hari semakin canggih, ada banyak alasan mengapa pria mencari sosok seorang wanita berpendidikan,

Indera Keenam / The Sixth Sense

Indra Keenam ? Jujur ia, jika membicarakan artikel yang satu ini, tidak akan habis-habisnya, Ini saya tidak tau, sudah artikel ke berapa, tentang indera keenam, Tapi karena banyaknya yang merequest untuk membahas ini lagi, jadi saya posting kembali tentang indera keenam dengan sumber yang berbeda,

Beternak Uang Dengan Semut Kroto

Semut Kroto ? Tahukah anda semut kroto sahabat carasendiri.com? semut kroto adalah makanan yang banyak dibeli oleh penghobi burung kicau, semut kroto banyak diminati. karena di dalam semut kroto banyak

Kejadian Baitullah (Kabah) Terendam Banjir

Pastinya kita sering melihat kabah ramai selalu dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia untuk beribadah, tpi pernah tidak anda seklaian melihat kabah terendam ? ini saya juga baru tau bahwa kabah pernah terendam air, menatap untuk kesekian kalinya

Peraturan Pemerintah Halmahera Selatan Yang Unik

Batu bacan ? Sudah taukah anda dengan batu bacan ? Batu Bacan adalah batu yang lagi booming saat ini , batu yang sudah dikenal sejak tahun 1960-an. Batu bacan berasal dari pulau Kasiruta bukan pulau Bacan ya INGAT !

Translate

Sosok bercahaya misterius terekam kamera di Masjid Nabawi


MADINAH (Arrahmah.com) - Sebuah video yang merekam khutbah Jum'at pekan lalu di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, ramai diperbincangkan di jejaring sosial, menyoroti tentang sosok misterius bercahaya terekam kamera.
Video ini merekam shalat Jum'at pada 23 Muharram 1433 H, bertepatan pada 7 Desember 2012, dengan khatib Syaikh dr. Abdul Muhsin al-Qasim dan dipublikasikan di Youtube pada 8 Desember.
Pada saat khutbah berlangsung, kamera yang dipasang di Masjid, menangkap sosok yang seluruh wajah dan tubuhnya putih bercahaya, sosok ini terekam pada menit ke-14 dari video khutbah yang berdurasi 23:32. Namun terlihat tidak ada orang di sekitarnya yang menyadari dan memperhatikannya, dan nampaknya tidak ada orang yang sadar bahwa sosok itu mengeluarkan cahaya.
Sumber-sumber laporan Saudi terkait siapa sosok di video ini berbeda-beda, berbagai dugaan terkait sosok ini menyebar. Ada dugaan, kemungkinan cahaya itu disebabkan oleh pantulan sinar matahari. Namun Menurut keterangan, atap masjid dibuat dari marmer sehingga tidak bisa memantulkan cahaya sinar matahari.
Di sisi lain, seorang wakil dari Masjid Nabawi, Syaikh Abdul Wahid al-Khattab, mengatakan kepada para wartawan bahwa tidak ada dari administrasi masjid yang melihat sosok bercahaya itu. Dia menduga bahwa mungkin video ini hanya editan yang disebarkan di jejaring sosial.
Sementara direktur stasiun TV Madinah, Saad Aufi, tidak mengesampingkan dugaan bahwa ini hanya pantulan cahaya dari lensa kamera. Stasiun tersebut melaporkan bahwa kamera yang merekam sosok bercahaya itu sedang diperiksa, dan sebelum memastikan apapun, seorang pakar harus menganalisa video ini.
Sedangkan banyak orang juga percaya bahwa sosok bercahaya yang terekam itu adalah malaikat. Wallahu A'lam. 
(siraaj/arrahmah.com)

STOP!! Perayaan Tahun Baru Masehi = Hari Raya Kafir Penyembah Dewa


Enam hari setelah Natal 25 Desember, tibalah tahun baru Masehi tanggal 1 Januari. Umat kristiani biasa menggabungkan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru. Tak sedikit umat Islam yang latah terjebak promosi kekafiran dengan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru Masehi. Bahkan ikut-ikutan merayakan pergantian tahun baru dengan gebyar maksiat. Demi menunggu momen pukul 00.00 mereka rela menghambur-hamburkan dana secara mubazir untuk pesta kembang api, pesta miras, festival hiburan yang berbaur pria dan wanita, perzinaan dan pesta maksiat lainnya.
Tak sedikit waktu, dana, tenaga dan pikiran yang dibuang percuma demi tahun baru. Padahal Allah SWT memperingatkan bahwa para pemboros itu adalah saudaranya syaitan yang sangat ingkar kepada Tuhan (Qs Al-Isra’ 26-27).
Dalam tinjauan akidah, para ulama yang berkompeten telah memfatwa haram ucapan Selamat Tahun Baru Masehi, terlebih merayakan pestanya.
Komisi Fatwa Saudi Arabia (Al-Lajnah Ad-Daimah lil-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal-Ifta’) dalam Fatawa nomor 20795 menyatakan bahwa mengucapkan Selamat Tahun Baru Masehi kepada non muslim tidak boleh dilakukan oleh seorang Muslim karena perayaan tahun baru tidak masyru’(tidak disyariatkan).” Fatwa ini ditandatangani oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Syaikh, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan, Syaikh Shalih Al-Fauzan, dan Syaikh Bakr Abu Zaid.
Senada itu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, dengan tegas menyatakan bahwa umat Islam dilarang mengucapkan Selamat Tahun Baru Masehi (Miladiyah), karena ia bukan tahun syar’i. Bahkan apabila memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir yang merayakan hari raya Tahun Baru, maka orang ini dalam keadaan bahaya besar berkaitan dengan hari-hari raya kekafiran. Karena ucapan selamat terhadap hari raya kekafiran itu berarti senang dengannya dan mensupport kesenangan mereka, padahal senang terhadap hari-hari raya kekafiran itu bisa-bisa mengeluarkan manusia dari lingkaran Islam, sebagaimana Ibnul Qayyim rahimahullah telah menyebutkan hal itu dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz-Dzimmah. (Liqoatul Babil Maftuh, juz 112 halaman 6).
Ibnul Qayyim berkata, “Adapun memberi ucapan selamat kepada simbol-simbol khusus kekafiran, (hal tersebut ) adalah haram menurut kesepakatan ulama…” (Ahkamu Ahlu Ad-Dzimmah, 1/441).
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili dalam situsnya juga mengharamkan ucapan Selamat Tahun Baru Masehi karena perbuatan tersebut termasuk tasyabbuh (meniru kebiasaan orang kafir) kepada kaum Kristen yang mana mereka saling mengucapkan selamat ketika awal tahun baru Masehi. Tasyabbuh dengan mereka diharamkan oleh Rasulullah SAW.
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Rasulullah SAW sudah mewanti-wanti umatnya tentang bahaya tasyabbuh terhadap orang Persia, Romawi, Yahudi dan Kristen. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang biawak, pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri).
Para ulama itu memperingatkan strategi pemurtadan yang dikemas dengan pencampuradukan antara al-haq dan kebatilan, sesuai firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah 109, Ali-Imran 69, 99, 149, dan Al-Hijr 9.
Momentum Tahun Baru ini tidak luput dari pencampuradukan antara al-haq dan kebatilan, propaganda kepada kekufuran, kesesatan, permisivisme dan ateisme serta pemunculan sesuatu kemungkaran yang bertentangan dengan syariat. Di antara hal itu adalah propaganda kepada penyatuan agama-agama (pluralisme), penyamaan Islam dengan aliran-aliran dan sekte-sekte sesat lainnya, penyucian terhadap salib dan penampakan syiar-syiar kekufuran yang dilakukan oleh orang-orang Kristen dan Yahudi.
Banyak yang beranggapan bahwa perayaan tahun baru adalah urusan duniawi yang tidak ada kaitannya dengan akidah. Padahal secara historis, perayaan tahun baru Masehi tidak bisa dipisahkan dari tradisi dan ritual penyembahan dewa Janus dalam agama paganisme (agama kafir penyembah berhala):
“The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who had two faces – one looking forward and the other looking backward” (The World Book Encyclopedia, 1984, volume 14 hlm. 237).
(Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke-46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu).
Dalam mitologi Romawi, Dewa Janus adalah sesembahan kaum Pagan Romawi. Bulan Januari (bulannya dewa Janus) ditetapkan setelah Desember karena Desember adalah pusatWinter Soltice, yaitu hari-hari di mana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari banyaknya pengaruh Pagan pada tradisi Kristen.
Kaum Pagan pandai menyusupkan budaya mereka ke dalam budaya agama lain. Ini terbukti dengan tradisi mereka bertahun baru yang sudah populer diikuti di berbagai belahan dunia. Misalnya, tradisi kaum Pagan merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, bernyanyi bersama, memukul lonceng dan meniup terompet.
Ke dalam agama Kristen, tradisi pagan ini diadopsi dengan menjadikan hari Dewa Janus tanggal 1 Januari menjadi Tahun Baru Masehi, sehingga muncullah pemisahan masa sebelum Yesus lahir pun (Sebelum Masehi/SM) dan sesudah Yesus lahir (Tahun Masehi/M).
Di Persia yang beragama Majusi (penyembah api), tanggal 1 Januari juga dijadikan sebagai hari raya yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus. Dalam perayaan itu, mereka menyalakan api dan mengagungkannya, kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan minuman keras (khamr). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.
Shahabat Abdullah bin ’Amr RA memperingatkan dalam Sunan Al-Baihaqi IX/234: ”Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kafir, meramaikan peringatan hari raya Nairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.” [A. Ahmad Hizbullah MAG/Suara Islam]


Haruskah Muslim Ucapkan Selamat Natal, Bila Kristen Ucapkan Selamat Idul Fitri?


Salah satu topik yang setiap tahun mencuat di bulan Desember adalah hukum umat Islam mengucapkan Selamat Natal kepada umat kristiani. Dalam pandangan Islam, berdasarkan Al-Qur'an, hadits dan pendapat para ualama, masalah ini sebenarnya sudah final. Para ulama berbagai mazhab baik Hanafi, Maliki, Syafi’i, maupun Hambali, semua sepakat tentang haramnya menghadiri perayaan hari raya orang kafir dan bertasyabuh (menyerupai) acara mereka. (Lihat Iqtidha’ ash-Shiraat al-Mustaqim 2/425 dan Ahkam Ahli adz-Dzimmah 2/227).
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Abu Daud). Dalam Al-Fiqhul-Islami, bentuk-bentuk tasyabuh yang dilarang itu banyak bentuknya, antara lain mencucapkan selamat pada hari raya orang kafir.
Ibnul Qayim rahimahullah berkata: “Mengucapkan selamat kepada syiar agama orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan. Seperti mengucapkan selamat atas hari raya dan puasa mereka dengan mengatakan ‘Ied Muharak ‘Alaik (hari raya penuh berkah atas kalian) atau selamat bergembira dengan hari raya ini dan semisalnya. Jika orang yang berkata tadi menerima kekufuran maka hal itu termasuk keharaman, statusnya seperti mengucapkan selamat bersujud kepada salib. Bahkan, di sisi Allah dosanya lebih besar dan lebih dimurkai daripada mengucapkan selamat meminum arak, selamat membunuh, berzina, dan semisalnya. Banyak orang yang tidak paham Islam terjerumus kedalamnya semantara dia tidak tahu keburukan yang telah dilakukannya. Siapa yang mengucapkan selamat kepada seseorang karena maksiatnya, kebid’ahannya, dan kekufurannya berarti dia menantang kemurkaan Allah.”
Fatwa ulama terkini juga mengharamkan ucapan Selamat Natal: “ Tidak boleh seorang muslim memberi ucapan selamat kepada orang Kristen pada hari raya mereka karena sesungguhnya dalam perbuatan tersebut terdapat tolong-menolong dalam perbuatan dosa. Dan kita di larang dari perbuatan tersebut, Allah SWT berfirman: “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” Di dalamnya juga mengandung rasa cinta kepada mereka dan menuntut untuk mencintai mereka serta sebagai syiar dengan meridhai mereka dan syiar-syiar mereka. Ini semua tidak boleh bahkan yang paling wajib adalah menampakkan permusuhan terhadap mereka dan menjelaskan permusuhan terhadap mereka. Karena mereka memusuhi Allah jalla wa ala dan membuat sekutu kepada selain Allah. Mereka juga menjadikan bagi Allah wanita pendamping dan seorang anak” (Fatawa Lajnah Daimah li al-Buhuts al-Ilmiyah wal-Ifta: 3/435).
Meski para ulama secara tegas mengharamkan ucapan Selamat Natal, ada juga orang ber-KTP Islam yang malah mengimbau mengucapkan Selamat Natal kepada orang Kristen. Salah satu argumennya adalah demi toleransi umat beragama, karena umat Kristen juga mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada umat Islam yang berlebaran pada hari raya Idul Fitri.
Abdul Moqsith Ghazali, aktivis jaringan liberal berkedok Islam, memuji orang Islam yang mengucapkan Selamat Natal, karena orang Kristen juga mengucapkan Selamat Idul Fitri saat lebaran:
“Umat Islam mengucapkan selamat natal terhadap rekan-rekannya yang beragama Kristen. Begitu juga sebaliknya, umat Kristiani mengucapkan selamat ‘idul fitri terhadap koleganya yang beragama Islam. Sering disaksikan, sejumlah tokoh agama saling berkirim SMS menyatakan selamat ketika hari perayaan agama masing-masing berlangsung. Fenomena ini tak mudah didapatkan di negeri-negeri muslim lain. Bahkan, negeri-negeri muslim lain itu harus belajar pada umat Islam Indonesia atas toleransinya yang tinggi terhadap umat agama lain,” tulisnya di situs JIL.
Moqsith menjadikan ucapan Selamat Natal dan Selamat Idul Fitri sebagai tolok ukur toleransi seorang umat beragama. Logika ini tidak relevan, miring dan generalisasi yang gegabah. Menyejajarkan Idul Fitri dengan Natal adalah tindakan yang keliru, karena keduanya berbeda dan sama sekali tidak sejajar.
Pertama, Idul Fitri adalah hari raya yang diperintahkan dalam Islam sedangkan Natal tidak ada perintahnya dalam kitab suci.
Idul Fitri disyariatkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah 185 dan banyak hadits, sedangkan Natal sama sekali tidak ada perintahnya dalam Bibel baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Bahkan umat Kristen abad permulaan tidak pernah merayakan Natal.
Kebiasaan gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember baru dimulai dalam abad keempat. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal tidak tahu kapan, hari apa, bulan apa dan tahun keberapa Yesus dilahirkan. Bibel pun sama sekali tidak memuat data-data tentang Natal Yesus.
Penetapan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus juga menyalahi Bibel. Injil Lukas pasal 2 menceritakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8). Itu berarti bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November.  (lihat: Buku Katekisasi Perjanjian Baru karya Dr. J.L. Ch. Abineno, hlm 14).
Kedua, esensi Idul Fitri dan Natal bertolak belakang 180 derajat. Idul Fitri adalah hari raya setelah berpuasa sebulan penuh selama Ramadhan untuk meneguhkan tauhid dan menggapai ketakwaan kepada Tuhan.
Sedangkan Natal adalah peringatan hari ulang tahun kelahiran Yesus Kristus (Dies Natalis of Jesus Christ) yang dipertuhankan oleh umat Kristen. Dengan kata lain, Natal adalah hari ulang tahun kelahiran tuhan dan juru selamat penebus dosa dalam keyakinan Kristen.
Selamat Idul Fitri di mata Kristen dan Selamat Natal di mata Islam adalah dua hal yang berbeda. Umat Kristen yang mengucapkan Selamat Idul Fitri tidak melanggar doktrin kristiani, sedangkan umat Islam yang mengucapkan Selamat Natal melanggar aqidah Islam.
Ketiga, kalau mau menyejajarkan sementara, seharusnya Natal Yesus disandingkan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena memperingati kelahiran Yesus (Natal) dan peringatan kelahiran Nabi Muhammad (Maulid Nabi) sama-sama tidak ada perintahnya dalam kitab suci kedua agama.
Faktanya, umat Kristen tidak mau mengucapkan Selamat Maulid atas kelahiran Nabi Muhammad sebagai nabi yang terakhir, karena dianggap bertentangan dengan doktrin kristiani yang menyakini Yesus sebagai nabi terakhir. Apakah sikap ini bisa dinilai sebagai tindakan yang menjunjung tinggi toleransi dan pluralisme dalam pandangan kaum liberal sekalipun?
Keempat, Jika umat Islam dituding tidak toleran karena tidak mengucapkan Selamat Natal atas kelahiran Yesus yang diyakini sebagai tuhan dan Juruselamat Kristen, maka vonis yang sama juga harus dialamatkan kepada umat Kristen. Umat Kristen juga harus divonis sebagai umat intoleran karena tidak mengucapkan Selamat Maulid Nabi atas kelahiran Muhammad SAW, nabi pamungkas setelah Yesus. [A. Ahmad Hizbullah MAG/SI]

Al Fatihah Cahaya Kehidupan





















Hidup kita ini diawali dengan kesederhanaan dan akan diakhiri dengan kesederhanaan. Sehingga cara terbaik untuk menjalaninya pun dengan kesederhanaan. Manusia seringkali menilai penampilan luar yang jika kita mengikuti penilaian itu akan memboroskan jiwa raga. Tapi Allah melihat ke dalam hati kita, ke kesejatian, ke kesederhanaan.

Hal sederhana yang sangat dekat dengan keseharian kita sebagai muslim adalah Surat Al Fatihah yang kita baca minimal 17 kali sehari dalam sholat. Insya Allah jamaah sekalian telah hafal luar kepala bacaannya beserta artinya.

Tapi dalam kesempatan ini, saya akan mencoba mengupas makna ayat-ayat indah dalam Surat Al Fatihah ini dari sudut pandang saya, sudut pandang yang sehari-hari, yang sederhana.
Tapi sebelumnya saya akan menceritakan sebuah kejadian nyata yang berhubungan dengan Surat Al Fatihah, yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

Malam itu jam 20.00 saya dan Mas Andika DJ (CEO Syafaat Marcomm) harus ijin pulang dulu dari sebuah rapat di Kemang Jakarta dan hendak menuju Stasiun Gambir untuk mengejar kereta Taksaka yang berangkat ke Jogja jam 20.45. Melihat kemacetan Jakarta yang berada di puncaknya, jarak tempuh diperkirakan sekitar 2 jam naik mobil atau lebih. Tak mungkin. Akhirnya kami memutuskan naik ojek. Itupun tak mudah karena hanya ada 45 menit tersisa.

Sebelum berangkat saya bilang ke Mas Andika,”Mas tolong baca Al Fatihah 3 kali, Insya Allah dimudahkan jalannya.” Kita naik 2 ojek yang langsung ngebut di sela-sela kemacetan yang mengular. Sekali lagi tak mudah, rapat sekali jalannya. Sambil kuatir karena takut ketinggalan kereta, mulut saya mulai mengucap Al Fatihah, 3 kali. Setelah perjuangan yang berat, sampailah kami di Stasiun Gambir. Saya lihat jam saya dan pucatlah karena waktu menunjukkan jam 21.30. Kami terlambat. Terbayang harus beli tiket lagi dan nyari penginapan.

Kami pun berlari melewati peron dengan tergesa-gesa dan ternyata.. Jadual keretanya mundur. Keretanya sendiri sudah ada disitu, seolah sedang menunggu. Bahkan kami pun masih menunggu di dalam kereta dan jam 21. 50 baru berangkat. Subhanalllah.

Saya colek Mas Andika dan bertanya,”Berapa kali baca Al Fatihah-nya tadi Mas?” Mas Andika menjawab,”Berkali-kali, dari berangkat sampai Gambir.” Saya pun menjawab,”Hah, makanya jadual keretanya mundurnya kelamaan, Sampeyan terlalu banyak bacanya.”

Ya, kalimat terakhir adalah bercanda.

Tapi siapa yang kuasa mengatur jadual kereta Taksaka buat kami berdua kecuali Allah? Kita sebagai manusia bisa apa? Pilihan untuk naik ojek dan bukan mobil adalah ikhtiar, membaca Al Fatihah juga ikhtiar. Saat ikhtiar sudah dimaksimalkan, Allah lah yang akan menyempurnakan.

Anda mungkin bertanya: apakah ini hanya kejadian yang kebetulan? 

Kalau kejadian seperti ini hanya terjadi sekali atau dua kali, kita menyebutnya kebetulan, tidak sengaja. Tapi jika terjadi lebih dari lima kali bahkan sering, maka ini bukan kebetulan. Saya mengalaminya berkali-kali. Saat terjebak macet ke bandara dan terlambat check in, pesawatnya malah delay. Saat macet-macetnya di jalan, antrian mobil di depan saya seolah membelah ke kanan atau ke kiri sehingga tercipta ruang kosong di depan. Ini adalah tanda-tanda yang harus kita pahami sebagai ilmu, sehingga nantinya saat menghadapi persoalan yang sama atau lebih besar, kita paham dan tahu solusinya.

Lalu apa lagi yang bisa kita pelajari dari Al Fatihah?

Surat Al Fatihah
  1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  4. Yang menguasai di Hari Pembalasan.
  5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
  6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
  7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Saya akan coba semampu saya untuk bahas ayat demi ayat ya, meskipun rasanya mungkin tak akan cukup waktu untuk menggalinya satu Jumat ini saja jadi saya akan bahas serba singkat sambil saya berdoa mohon petunjuk-Nya agar Al Fatihah ini bisa diaplikasikan sebagai salah satu solusi bagi kita. Sebagai cahaya kehidupan yang membimbing langkah kita ke depan.

Bismillaahirrohmaanirrohiiim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Di awal ayat, kita bicara niat. Jika apa saja yang kita lakukan dalam kehidupan diawali niat untuk-Nya, maka segalanya akan berjalan baik sampai di ujungnya. Tapi jika niat bergeser, maka bergeserlah juga ikhtiar kita selanjutnya. Misalnya, saat kita sakit. Kita pengen banget sembuh, maka coba kita perbaiki dulu niat kita. Tidak langsung mencari obat atau dokter tapi kepada Yang Maha Menyembuhkan, ialah Allah. Bukan obat atau dokter yang menyembuhkan sakit kita tapi Allah. Kalau kita tak mengikutsertakan Allah dalam ikhtiar kita, berat jadinya. Sakit jantung diobati, sembuh. Tapi sebentar kemudian pindah ke ginjal. Diobati lagi dengan biaya jutaan, sembuh. Tapi pindah jadi stroke. Karena kita tidak mencari Allah. Allah terus pindahin penyakitnya sampai kita sadar bahwa Allah-lah tempat kita memohon kesembuhan.

Di awal ini, kita juga mengingat Allah yang Ar Rahman Ar Rahim, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah tak pernah menghindar ketika kita meminta pertolongannya, Allah buka pintu pengaduan-Nya 24 jam. Allah bahkan minta kita berdoa, memohon kepada-Nya untuk semua persoalan kehidupan kita. Tapi kita sibuk dengan ikhtiar duniawi, kita sibuk menuhankan logika kita, menuhankan tetangga, menuhankan atasan, menuhankan dokter dan presiden yang bahkan untuk dirinya sendiri, mereka tak bisa memberikan jaminan. Jika kita menuju Allah dengan berjalan, Allah akan berlari menyongsong. Kita berlari, Allah akan melompat. Tapi jika kita menjauh maka Allah juga menjauh. Aku – kata Allah – adalah seperti persangkaan hamba-Ku. Jadilah hidup kita makin gelap dan susah lantaran menjauhkan diri dari solusi yang sejati.

Alhamdulillaahirabbil ’aalamiin
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berbicara tentang pujian, sangat manusiawi jika kita senang dipuji. Jika kita melakukan kebaikan dan dipuji kita merasa senang, merasa dihargai. Tapi jika tak ada yang memuji, jika kita bikin status di facebook yang menurut kita sangat bagus tapi tidak ada yang comment, kita merasa sedih, kita merasa tak dihargai, kita merasa dicampakkan. Mengapa? Padahal yang berhak atas pujian hanya Allah, hanya Allah. Kita ini nol, kosong, tak punya apa-apa. Lihat adik bayi, tak punya apa-apa. Tak punya pakaian, tak punya follower di twitter, tak punya handphone terbaru.

Orang memuji kita karena tak tahu kelemahan dan aib kita, orang mengejek kita karena tak tahu kelebihan kita. Pujian dan hinaan itu sama saja, hanya beda rasa aja.

Arrahmaanirrahiim
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Sekali lagi Allah mengingatkan bahwa hanya Ia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Mengapa harus diulang? Karena kita manusia ini biasanya ndableg, susah dikasih tahu yang baik-baik. Allah yang menciptakan kita paham betul tentang itu makanya diulang. Coba kita tengok dalam kehidupan kita, saat kita dapat prmasalahan atau musibah itu kan artinya Allah menguji atau mengazab. Tergantung amal kita.

Jika kita menyelesaikan permasalahan itu dengan cara-Nya, di akhir cerita kita akan lebih dekat kepada-Nya. Maka selesailah satu pelajaran. Tapi jika kita menyelesaikan masalah itu di luar jalur-Nya, memakai pertimbangan akal kita sendiri atau bahkan kabur meninggalkan permasalahan itu. Maka permasalahan itu suatu saat nanti akan mendatangi kita lagi. Masalah itu akan berulang. Sampai kita paham, sampai kita lulus. Allah tahu persis hal itu maka Ia mengulang. Agar kita paham, agar kita makin yakin.

Maalikiyawmiddiin
Yang menguasai Hari Pembalasan.

Allah lah penguasa hari pembalasan, hari akhir, hari kiamat. Saat hari itu datang, tak ada yang bisa kita mintai pertolongan kecuali Allah. Semua kekuasaan di dunia ini tak ada lagi, semua akan sirna. Tapi hari ini, saya ingin mengingatkan pada jamaah semua bahwa kiamat itu tidak jauh tapi sungguh-sungguh dekat. Untuk orang yang harus membayar hutang kartu kredit Rp 50.000.000,- pada hari Senin depan dan sekarang hari Jumat belum memegang uang sepeserpun, maka 3 hari ke depan itulah kiamatnya. Untuk orang yang telah divonis dokter waktunya tinggal 2 bulan, maka 2 bulan itulah kiamatnya. Untuk orang yang akan terusir dari rumahnya jika tak bayar cicilan KPR seminggu lagi, maka minggu depan itulah kiamatnya.

Di hari itu, saat tak ada yang bisa dipinjami uang lagi, saat semua dokter sudah angkat tangan tak bisa mengobati, saat tak ada lagi tempat bersandar, ingatlah hanya Allah-lah penguasa hari kiamat. Hanya Allah-lah yang bisa menjadi penolong kita, yang dijelaskan dalam ayat berikutnya:

Iyyaaka na’buduwa-iyyaaka nasta’iin
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Bersandar pada jabatan, pejabat, orang tua, tetangga, suami atau istri itu rapuh. Semua yang masih dalam kategori makhluk ditakdirkan rapuh. Jadi yang paling logis adalah bergantung pada Sang Maha, yang tak mungkin jatuh, tak mungkin diganti dan tidak cerewet. Berbicara tentang ikhtiar, jangan hanya bersandar pada ikhtiar bumi alias mengandalkan logika semata. Capek, berat dan tidak bergaransi. Sineregikan dengan ikhtiar langit, libatkan Allah dengan teknologi super canggihnya yang bernama Kun Fayakun. Dengan cara apa? Dengan cara mengikuti petunjuk-Nya, dengan cara bertaqwa. Apa yang tak mampu kita selesaikan, akan diselesaikan-Nya dengan cara-Nya. Dengan cara yang sungguh-sungguh tak pernah kita sangka. Min haitsu laa yah tasib.

Ihdinaashshiraathal mustaqiim
Tunjukilah kami jalan yang lurus

Saat kita punya masalah, saat kita punya keinginan, berdoalah untuk diberikan jalan yang lebih baik, bukan sekedar yang lebih mudah. Kita berdoa untuk senantiasa bisa istiqomah di jalan yang lurus. Walaupun jalan itu awalnya berat tapi di ujungnya akan berlimpah keberkahan.

Saat ingin mendaftar jadi dosen, jalan lurus akan terasa lebih berat karena saingan lainnya pake jalan yang ‘biasanya’: dekati pengambil keputusan, bawa sekoper duit sebagai pelicin. Saat akan berbisnis, jalan lurus akan terasa lebih berat karena yang lain akan maem amplopan. Saat akan mencari jodoh, jalan lurus akan lebih berat karena banyak dukun diminta oleh para saingan untuk bertindak.

Seperti apa jalan lurus itu? 

Yakini sepenuhnya bahwa rejeki, jodoh dan takdir itu Allah yang punya kuasa, bukan para makelar jabatan, makelar proyek atau dukun. Minta sama Allah, rapikan sholatnya, banyakin sedekahnya, khusyukkan doanya. Insya Allah nantinya bukan kita yang akan nyari jabatan, jabatan akan mencari kita. Bukan kita yang kesusahan cari rejeki, rejeki akan mendatangi kita. Bahkan jodoh pun akan antri untuk kita pilih.

Karena kita bersandar pada Allah. Allah-lah magnet atas semua kemudahan itu.

Shiraathalladziina an’amta’alayhim ghayrilmaghdhuubi ’alayhim walaadhdhaalliin 
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Allah meminta kita untuk belajar pada apa yang telah terjadi di masa yang telah lewat. Belajar pada orang-orang besar yang telah diberi-Nya nikmat, diberi-Nya petunjuk. Belajar untuk tidak mengulang kesalahan dari orang-orang yang sesat. Dalam sejarah kehidupan manusia dari jaman Nabi Adam sampai turunnya jutaan ulat bulu di sekitar kita, Allah telah meninggalkan jejak-jejak untuk kita pelajari. Untuk memperbaiki kehidupan kita dengan bercermin

Kita biasanya mengakhiri Surat Al Fatihah dengan Aaamiiin yang dibaca panjang. Inilah sebaik-baik penutup doa, agar Allah dengan kuasa-Nya menyempurnakan ikhtiar kita yang dhoif, yang banyak kelemahan, banyak dosa.

Apapun masalah yang ditimpakan Allah dalam kehidupan kita, Allah juga sertakan jawaban dan solusinya. Karena pertanyaan dan jawaban itu seperti dua sisi koin, selalu hadir bersamaan. Semua kembali kepada ikhtiar kita untuk memahaminya dengan berpegang pada kompas kehidupan yang menjadi tuntunan-Nya, salah satunya dengan Ummul Kitab, Surat Al Fatihah. 

Saat jalanan macet, saat rejeki macet, saat kemacetan melanda kehidupan kita, ingatlah untuk mengamalkan Al Fatihah dengan sungguh-sungguh: baca Suratnya, pahami maknanya, laksanakan isinya. Inilah cara termudah untuk dekat ama Allah. Mendekati Allah itu murah harganya. Bahkan tak berbiaya. 

Kalau kita udah dekat, Insya Allah tak ada kesulitan yang tak dimudahkan-Nya.

Allah-lah satu-satunya tempat kita bersandar, memohon bimbingan, petunjuk dan menghadirkan cahaya yang menuntun dalam kegelapan hidup kita. 

Tulisan ini adalah materi yang saya sampaikan dalam Khutbah Jumat di Masjid Kampus ISI, 15 April 2011
Sumber image Al Fatihah: http://flexter.myflexiland.com/00002/_lucky_/blog/Al-fatihah%201-7.jpg

Sedekah Sambil Berharap…Why Not?

Bolehkah sedekah sambil berharap? Banyak orang yang mencibir terhadap orang yang bersedekah karena berharap kepada Allah. Apakah kita tidak ikhlas hanya karena beribadah sedekah dan berharap akan kebenaran janji-Nya?


Persoalan meminta sama Allah itu bukan persoalan ikhlas atau tidak ikhlas. Itu persoalan ibadah. Meminta adalah do’a. Silahkan saja sedekah tanpa berharap. Tapi kalau sedekah sambil berharap, maka dapat dua ibadah; pahala sedekah dan pahala berharap. Namun kita tidak boleh memaksa, hanya boleh meminta dan berharap.Dan bukanlah disebut meminta dan berharap, kecuali yakin bahwa apa yang diminta dan yang diharap adalah bisa dikabulkan. Ilmu penyertanya adalah sabar, tawakkal, juga ikhlas. Termasuk ikhlas bila Allah tidak mengabulkan. Husnudzan kepada Allah adalah seninya. Yakinlah Allah Maha Tahu apa yang terbaik.

Sementara itu, mengikuti seruan-Nya, percaya akan janji-Nya; yang akan mengganti 2x, 10x, 700x, lebih banyak lagi, atau mengganti dengan yang lebih baik, adalah juga sebuah keutamaan. Tauhid itu. Percaya sekali sama Allah.

Saking percayanya ya kita ikuti seruannya. Dan apa sebutannya kalo bukan ikhlas juga? Nyari duit setengah mati, tiba-tiba ketika datang tawaran bersedekah dari Allah dengan janji akan dilipatgandakan-Nya, lalu kita percaya? Hingga kita menyerahkan semuanya? Apa gak di sebut ikhlas tuh? Bahwa kemudian jangan meminta hanya dunia, itu betul.

Minta juga ampunan-Nya, keselamatan dari-Nya, kasih sayang-Nya, bisa hafal qur’an, bisa istiqomah, bisa tambah sehat. Pengetahuan akan ilmu konversi juga penting. Sesiapa yang sedekah 1 di kali 10. Lalu sepuluhnya gak dapet, pertanyaannya: benarkah gak dapat? Apakah itu dikarenakan bodohnya kita?

Sesungguhnya Allah sudah membalas. Hanya balasannya kita gak paham hingga bertambah ilmu kita dan hikmah. Juga ketika kita baik sangka. Subhanallah, betapa rahasia ilmu Allah itu luas sekali. Belum lagi kalau bicara bahwa ternyata bayaran Allah itu terus dan terus. Kita anggap udah gak akan dibayar lagi. Ternyata setelah kita malah lupa sama do’a kita, eh Allah tetep kabulkan. Rupanya, “panen” pertama, bukan ke apa yang kita minta. Sementara kita bersabar, rupanya tanaman kita panen yang kedua, ketiga, dan seterusnya hingga sampailah pada apa yang kita minta.

Waba’du, meminta kepada Allah, tidaklah salah. Demikian juga berharap dari-Nya. Gak sedekah aja, boleh meminta, boleh berharap. Apalagi dengan bersedekah, tambah boleh meminta, tambah boleh berharap.
 

Sesiapa yang berdo’a dengan amal soleh sebagai pendahuluannya, jelas akan lebih bertenaga do’anya. Dan amal soleh itu banyak, sedekah adalah hanya salah satunya. Begitupun do’a. Do’a akan menjadi pendorong yang hebat buat sedekah.

Jangan hanya bersedekah. Tapi juga berdo’a. Di rawat itu sedekah dengan do’a. Jangan ditinggal begitu saja. Meskipun saya yakin, seperti biji cabe, yang di aurin (dibiarin) aja dia tumbuh, namun jika dirawat, dikawal, hingga ia tumbuh banyak dan bagus, adalah sebuah keutamaan yang lain adanya. Selamat menuntut ilmu terus, terus, dan terus. Hingga sampai kepada hikmah yang kita mintakan dari Allah datangnya. Amin.

Emang juga diam aja Allah udah akan aturin. Tapi kita ga dapet pahala do’a. Bahkan do’a itu kepalanya ibadah. Jika ibadah, ibadah doangan, kaga berdo’a, maka kita hanya ampe leher. Itu ibadah ga ada kepalanya. Dengan berdo’a, itu menyatakan kelemahan kita juga di hadapan Allah Yang Begitu Kuasa. Sekaligus pernyataan-pernyataan menghamba, penuh harap, menjadikan Allah sandaran, dan lain-lain. Masya Allah dah. Rugi mereka yang ga mau berdo’a. Sedang do’a sendiri adalah sebuah ibadah tersendiri.
 

Dan bahkan do’a adalah perintah Gusti Allah langsung. Ayat-ayat tentang do’a tidak hanya di satu ayat. Tapi di banyak ayat. Dan tidak ada do’a yang tidak dikabulkan kecuali ia menjadi pengampunan buat yang berdo’a, menjadi penolak bala, dan disimpan sebagai kebaikan yang lain dari hal yang tidak diminta. Nah, apakah yang tidak berdo’a bakalan dapat keistimewaan yang berdo’a? Tentu saja tidak. 

Salam, Yusuf Mansur

Tulisan dikutip dari: http://www.sedekah.net/artikel/152-sedekah-sambil-berharapwhy-not.html
Foto pinjem dari: http://www.madinaprima.info/wp-content/uploads/2011/07/Ust-Yusuf-Mansur-MadinaPrimaInfo.jpg

Saat Hidup Begitu Melelahkan

Jumat, 18 Juni 2010 kemarin saya dijadualkan oleh panitia untuk menjadi khotib pada Sholat Jumat di Hotel Gumaya saat acara Caraka Festival Kreatif. Tapi gak tahu gimana ceritanya, saat saya sampai di tempat sholat, seorang bapak sudah berada di mimbar khotib dan muadzin pun mulai mengumandangkan adzan. 

Allah pasti punya alasan tertentu mengapa saya urung jadi khotib hari itu. Sambil mendengar khotbah tentang Palestina-Israel saya pun tertunduk, mohon ampun atas segala dosa dan kekhilafan saya. Sesungguhnya tak ada kejadian apapun yang menimpa kita semua kecuali akibat perbuatan kita sendiri, baik atau buruk.

Saya memang sudah siapkan catatan untuk khutbah itu - meskipun tidak jadi sayasampaikan - saya masih bisa memuatnya di sini. Bahkan hikmahnya mungkin bisa dinikmati lebih luas oleh lebih banyak orang, tidak hanya jamaah Jumat saja. Ini sekaligus sebagai permohonan maaf saya untuk teman-teman yang hadir di seminar Caraka yang menunggu khotbah saya tapi nyatanya saya tak pernah berada di mimbar untuk menyampaikannya.

Mohon maaf jika tulisan arab aslinya disajikan dengan versi latin, semata-mata karena keterbatasan saya yang tak paham bagaimana memasukkan huruf Arab di blog ini. Monggo: 


Alhamdulillahi robbil ‘alamien
Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah
Allahummma shalli wa sallim wa barik ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad
Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun


Ma’asyirol muslimin rohimakumullah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Saya akan mulai khotbah ini dengan sebuah puisi dari Kyai Mustofa Bisri, seorang ulama besar, tetangga saya di Rembang yang berjudul Syahadat:

Inilah kesaksianku
Inilah pernyataanku
Inilah ikrarku:

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh memperhambaku kecuali Allah
Tapi nafsu terus memperhambaku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh menguasaiku kecuali Allah
Tapi kekuasaan terus menguasaiku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh menjajahku kecuali
Allah Tapi materi terus menjajahku

Laa ilaaha illa Llah

Tak ada yang boleh mengaturku kecuali Allah
Tapi benda mati terus mengaturku

Laa ilaaha illa Llah

Tak ada yang boleh memaksaku kecuali Allah
Tapi syahwat terus memaksaku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh mengancamku kecuali Allah
Tapi rasa takut terus mengancamku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh merekayasaku kecuali Allah
Tapi kepentingan terus merekayasaku

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku mengharap
Tapi kepada siapa pun aku mengharap

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku memohon
Tapi kepada siapa pun aku memohon

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku bersimpuh
Tapi kepada apa pun aku bersimpuh

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah aku bersujud
Tapi kepada apa pun aku bersujud

Laa ilaaha illa Llah
Masya Allah!
 
Untuk memperjelas makna dari puisi indah ini, saya akan bercermin pada perjalanan hidup yang telah saya lalui.

Sempat terjadi dalam periode kehidupan saya saat awal-awal bersama teman-teman memulai Petakumpet sekitar 10 tahun lalu, waktu 24 jam sehari rasanya tak cukup. Hari-hari itu begitu melelahkannya, rasanya tak kuat saya menyelesaikan begitu banyak tanggung jawab menyangkut komunitas, pekerjaan maupun kehidupan personal saya yang berantakan.

Saya pun mengadu pada Allah,"Ya Allah, jika sehari bisa lebih dari 24 jam rasanya saya akan punya kesempatan lebih banyak untuk menyelesaikan semua tanggung jawab saya..."

Tapi rasanya Allah tak mendengar doa saya. Atau saya nya yang tak punya kemampuan mendengarkan-Nya. Pekerjaan sepertinya datang tak habis-habis, ada duitnya emang, tapi duit nya pun mengalir lancar keluar tak pernah terpegang barang sebentar.

Hidup saya begitu capeknya, badan pegel-pegel tiap malam, Sabtu Minggu pun dihajar pekerjaan.

Sampai suatu hari saya menemukan ciri-ciri yang dikemukakan Ustadz Yusuf Mansur dalam kehidupan saya:
-        Sibuk tiada henti
-        Kurang tiada cukup
-        Rugi tiada untung
Begitulah, saya sibuk tiada henti. Pekerjaan satu belum selesai datang lagi pekerjaan berikutnya. Presentasi ke satu klien sedang berjalan, hp sudah berbunyi karena klien berikutnya sudah tidak sabar nunggu. Jadual berantakan, banyak acara penting datangnya barengan, seolah-olah solusi yang tersedia adalah menjadi amuba yang bisa membelah diri jadi dua atau sepuluh. Saya ditarik ke kanan, ditarik ke kiri rasanya tak punya hak untuk menentukan jadual sendiri. Seringkali dalam kondisi pikiran penuh dan penat, badan luluh lantak tapi harus pasang senyum manis di depan klien yang tak ramah, sampai sebuah lagu dangdut pun menyindir: itu senyum membawa luka. Saya tak punya lagi waktu baca buku, nulis catatan harian apalagi nonton film. Saya sibuk sesibuk-sibuknya, terlihat sukses di luaran tapi sungguh menderita di dalam. Tidur pun jadi begitu mahal buat saya padahal jiwa raga saya sudah ringsek seringsek-ringsiknya.

Dan anehnya lagi, rejeki saya tidak terjamin karena kerja keras itu. Betul bahwa puluhan bahkan ratusan juta rupiah bersliweran saat itu tapi rasanya cuma numpang lewat aja di rekening. Berapapun uang yang kita terima, selalu kurang untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga saat kantor butuh komputer baru untuk mengimbangi permintaan, terpaksa hutang atau kredit. Bahkan saat sakit dan harus periksa ke dokter dan butuh obat ratusan ribu rupiah, uangnya tak tersedia. Klien yang harusnya bayar sekian juta saat itu - sehingga bisa dikasbon dulu untuk beli obat - tak ada kabarnya, ditelepon tidak aktif, didatangi kantornya sepi. Jadual masuknya uang seringkali tidak tepat waktu sesuai kebutuhan. Saat perlu banget, kas malah kosong. Hari-hari saya diisi kepanikan karena takut mengecewakan orang lain, mengecewakan klien, saya selalu merasa kekurangan tak pernah cukup.

Lalu puncaknya, kerugian demi kerugian melengkapi penderitaan saya. Tadi saya cerita di awal, beberapa komputer didatangkan dengan kredit untuk memenuhi permintaan pekerjaan. Tapi justru pekerjaannya itu malah ada aja yang keliru, lalu dikomplain, jika bukan kita yang salah malah kliennya yang mencari-cari kesalahan agar bisa bayar murah. Bikin divisi bisnis baru untuk mengembangkan sayap, bangkrut juga. Hanguslah ratusan juta. Sehingga karena cash flow tak lancar, hutang pun makin menumpuk untuk memenuhi tagihan-tagihan. Seringkali di akhir hari menjelang tidur, saya termenung: ini gimana ceritanya bikin perusahaan biar bisa mandiri dan menolong banyak orang malah jadi menyusahkan diri sendiri begini. Pengennya untung malah buntung....

Setelah saya bercermin pada apa yang saya lakukan setiap hari, saya coba mengambil jarak dari semua masalah-masalah berat yang hadir, ketemulah saya sebabnya mengapa saya jadi begini. Ketemulah saya asal-muasal mengapa hidup saya minus, rugi melulu, panik terus-menerus, rasanya kurang dan selalu kelelahan mengejar cita-cita. 

Ketemulah saya dengan Al Qur’an Surat At Talaq ayat 2 dan 3:

Wa mayyatakillahaa yaj’all lahu makhrajaa / wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib / wa may yatawaqqal ‘alallahi fahuwa hasbuh / innallaha ballighu amri qad ja’alallahu kulli syai’in qadra

Barangsiapa bertakwa kepada Allah tentu diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari pintu yang tidak diduga-duga. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Tuhan akan mencukupkan kebutuhannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan-Nya dan Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.

Lalu apa yang diperlukan untuk mengendalikan kesibukan, mengundang keuntungan dan mendapatkan waktu yang cukup untuk menikmatinya?

Jarak saya dengan Allah begitu jauuuuhnya karena saya tidak berada di jalur taqwa. Saat adzan memanggil, saya masih mendesain di depan komputer, saya masih presentasi di depan klien, saya masih negosiasi, saya masih dalam perjalanan ke PH, saya masih syuting. Adzan yang merupakan panggilan-Nya untuk menyelamatkan hidup saya, saya anggap hanya sebagai backsoundbelaka, sebagai ringtone, saya luput menangkap makna.
 
Jawaban yang saya dapatkan adalah: bereskan dulu jadual shalat kita. Dari mulai shalat wajib 5 waktu yang jarang lengkap, jauhnya jarak sholat kita dari adzan memanggil, jarangnya jamaah di mesjid. Itulah masalah terbesar yang menghancurkan jadual hidup saya.

Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih hebat lagi, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.


Sholat akan memberikan kita tambahan waktu, ketenangan dan ketentraman.

Makin tertib dan makin tinggi frekuensi sholat kita, makin banyaklah Allah akan sediakan tambahan waktu luang pada kita. Makin tertib kita pada jadual-Nya, Allah akan atur jadual kita sebaik-baiknya. Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Alhamdulillah hari ini saya masih bisa menyelesaikan baca 3-5 buku setiap minggu. Nonton film di bioskop pun bisa sekali seminggu. Setiap sore masih sempat ngopi atau ngeteh dengan tenang, kerjaan di kantor juga lancar dan sangat sangat sangat jarang komplain-nya. Saya bertanggung jawab atas pekerjaan yang lebih banyak saat ini dibanding dulu tapi saya lebih bisa menikmati prosesnya, tak terburu-buru, tak panik, tidak kelelahan di ujung hari. Hidup saya lebih tenang, lebih damai.

Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terselesaikan dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti di situlah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya.

Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

  

Alhamdulillahi robbil ‘alamien
Allahummma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad


Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tidak semua orang bisa sukses kecuali yang telah melewati godaan, hambatan, rintangan. Jadi emang harus tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

Semoga Allah menemani ikhtiar dalam perjuangan kita di dunia ini. Banyak yang tidak mungkin jika kita hanya bergantung pada akal semata. Tapi bersama-Nya, impossible is nothing. Di tangan-Nya tak ada yang tak mungkin.

Innama amruhuu idza arodza syai’an / ayyakuulalaahu kun faya kun. Fasubhanalladzii biya dzihii mala kuutukulli syaii’ wa ilaihi turja’uun


Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata ‘Jadilah’ maka jadilah sesuatu itu. Mahasuci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

QS. Yasin: 82-83

Mari kita berdoa bersama untuk mengundang keajaiban kuasa-Nya.

Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa.

Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa hamaltahuu ‘alalladziina min qoblinaa.
Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fu‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

Demikian, semoga manfaat. Dan kepada Allah-lah segala kebaikan dikembalikan.Amien amien ya Robbal 'Alamien... 

Image pinjem dari:
- http://agustian.files.wordpress.com/2008/10/sbsh0402.jpg
- http://www.pasarkreasi.com/dirmember/00001/sinun/content/content-1440-20081023-6-32-74/large/herianus-sholat_1440_l.jpg
- http://problemamuslim.files.wordpress.com/2009/04/shalat-jumat.jpg
- http://divapress-online.com/katalog/Mengapa_Saya_Menjadi_Sangat_Sibuk_ok.jpg
- http://i266.photobucket.com/albums/ii279/kolorbolong_album/picdump-19wwwbildschirmarbeiter2.jpg

- http://khasanah3.files.wordpress.com/2009/07/p1010673.jpg
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...