Translate

Kejadian Baitullah (Kabah) Terendam Banjir

Pastinya kita sering melihat kabah ramai selalu dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia untuk beribadah, tapi pernah tidak anda sekalian melihat kabah terendam ?
ka'bah pernah terndam banjir pada tahun 1941 dan pada tahun 2012 lalu ka'bah dibanjiri hujan, walau tak sehebat tahun 1941, 

Namun peristiwa hujan di daerah ka'bah merupakan fenomenal yang langka, kita mengetahui bahwa daerah tersebut daerah yang sangat jarang sekali hujan.
ini adalah video Ka’bah tahun 1941 terendam banjir.

Sungguh ! ini adalah musibah besar, ini salah stau foto dokumentasi ka'bah pada tahun 1941 .
Rumah ibadah pertama yang dibangun manusia untuk beribadah tenggelam oleh banjir. Kemudian dibangun kedua kali oleh Nabi Ibrahim. 
Namun,  semua manusia dan seluruh alam beserta isinya ini membiarkan rumah ibadah Ka’bah, yang menjadi pusat peribadatan dunia terkena banjir. 
Banjir itu diabadikan oleh masyarakat sekita ka'bah.

Berkali-kali saya melihat foto dan saya setel video tersebut..
Memang,
banjir menimpa rumah tua ini bukan yang pertama kali.
Abad ke 12, Dinasti Bani Umayah terjadi juga kebanjiran.
Bahkan Masjidil Haram pun terbakar.
Ada sesuatu tak terkatakan, ketika menatap rumah ibadah Ka'bah, yang menjadi Pusat ibadah umat islam seluruh dunia ini ,
Musibah Allah swt memang tidak bisa diketahui,
Allah menjatuhkan bencananya di Rumah ibadah umat islam, mungkin ini adalah suatu pelajaran untuk kita ambil hikmahnya .
bagaimana jika kejadian ini terjadi lagi ?
apakah kita sudah mengantisipasi ?
Di tahun 2012 Hujan turun kembali, sampai air menggenangi masjidil haram  
di tahun 2012 lalu, hujan memang tidak terlalu membanjiri masjidil haram, hujan hanya menggenangi masjidil haram, untung saja peristiwa di tahun 1941 tidak terjadi lagi di tahun 2012 ,
Jika saja kejadian itu terulang kembali,
Allahualam,
rumah ibadah umat islam seluruh dunia Ka'bah, akan tergenang air kembali,
kita hanya bisa berdoa semoga kejadian di tahun 1941 tidak terulang lagi amin.

Ada permintaan ingin tahu foto dan video di dalam kabah, kebetulan ada di salah satu site orang arab saudi :

Foto dalam kabah
Catatan :
Komentar dari Mas Abudaniel :
Berita ini saya dapatkan dalam beberapa buku tarikh Ka’bah, di antaranya karangan Prof. Dr. Aboe Bakar Atjeh dalam bukunya ” Ka’bah dan perjalanannya” yang cetakan pertamanya bertahun 1953.
Sedangkan Hajar Aswad dicopot dari tempatnya itu saya cuplik dari Majalah Sabili ( kalau tidak salah yang melarikankan adalah golong Qaramitah, salah satu dari firqah Syi’ah ).
Yang merobohkan Ka’bah, sebelum Al-Hajjaj ibnu Yusuf Aststaqafi (Salah seorang Panglima Perang dari Dynasti Ummayah) adalah Nasim bin Husein seorang Panglima perang dari Yazid bin Muawiyah, khalifah kedua dari Dynasti Ummayah dalam rangka penaklukan Mekkah yang saat itu dikuasai oleh Abdullah inbu Zubair sebagai Rajanya. Begitu juga ketika Al-Hajjaj membombardir Ka’bah dengan manjanik (peluru batu) juga dalam rangka merebut Mekkah dari tangan Abdullah inbu Zubair, yang mengakibatkan Ka’bah babak belur dan Shahabat Nabi yang mulia Abdullah inbu Zuabir terbunuh.
Ka’bah juga pernah dilanda banjir pada zaman khalifah Umar ibnul Khattab yang mengakibatkan Ka’bah rusak parah sebahagian dindingnya (karena Ka’bah pada zman tersebut dibangun dengan bahan batu dan direkat dengan tanah/lumpur bukan semen sebagaimana sekarang), begitu juga pada tahun 1039M Ka’bah pernah juga dilanda banjir yang paling parah dari semua kejadian banjir yang pernah melanda Ka’bah. Kenapa Ka’bah bisa dilanda banjir?. salah satunya adalah, tempat di mana Ka’bah berdiri adalah suatu lembah yang paling rendah di kota Mekkah ditambah pula dengan belum adanya saluran air (drainage) sebagaimana yang dibangun oleh pemerintah Arab dewasa ini, maka tidak heran kalau terjadi hujan yang cukup lebat maka Mekkah akan terendam bajir termasuk Ka’bah yang memang terletak ditengah-tengah kota Mekkah. Apakah Allah salah meletakkan Ka’bah pada lembah yang pasti akan dilanda banjir kalau terjadi hujan?. Na’uzubillahiminzalik. Tidak, Allah sama sekali tidak salah. Kenapa Allah tidak melindungi Ka’bah dari hal-hal demikian, seperti roboh, dilanda bajir dan ahngus terbakar?. Inilah pelajaran yang dapat kita ambil, bahwa semua yang fana akan hancur. Yang namanya makhluk akan tunduk pada sunnatullah yang berlaku kepada makhluk. Tidak ada satupun makhluk yang dapat lari dari sunnatullah, syahdan Ka’bah sekalipun.
Mengenai tentara bergajah yang dibinasakan Allah karena bermaksud menyerang Mekkah dan merobohkan Ka’bah sebagai tersurat dalam Surah Al-Fiil. Ini lain lagi masaalahnya.
Bagaimana diceritakan dalam sebuah riwayat, bahwa ketika tentara Abrahah menyerang Mekkah maka sebanyak 200 ekor onta Abdul Muthalib dirampas oleh pasukan Habsyah ( Ethiopia). Maka Abdul Muthalib mendatangi Abrahah minta dikembalikan ontanya, maka terjadilah dialog :
Kenapa anda hanya peduli dengan onta yang 200 ekor, sementara anda tidak khawatir terhadap Ka’bah yang akan kami robohkan?. Begitulah kira-kira tanya Abrahah kepada Abdul Muthalib. Apa jawab Abdul Muthalib?. Onta adalah milik saya, sementara Ka’bah ada pemiliknya sendiri. Maka terserahlah kepada pemiliknya.
Maka terjadilah peristiwa sebagaimana tersurat dalam Al-Quran surat Al-Fiil.
Mengenai Hajar-Aswad yang dilarikan dari tempatnya, insya Allah akan saya carikan sumbernya dari Sabili (harus dicari satu persatu, karena saya lupa Sabili Edisi ke berapa yang memuat kisah tersebut diantara lebih dari seratus edisi yang saya simpan).
Wassalam,




0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow by Email